Oleh: mtsbirrulrensing | 23 Maret 2011

PROFESOR BUANG PROFESOR

Terasa panas  terik matahari pagi itu (ahad, 20/2) begitu menyengat,  saya asyik ngobrol-ngobrol lepas bersama temen-temen di kantor MTs BW NW Rensing , saat itu siswa sedang keluar main sehingga kegaduhan diluar kantor terdengar sampai ketelinga kami, Perbincangannya hidup dan hangat banyak di bumbui oleh canda tawa mendengar cerita temen-temen, ada cerita sedih, lucu dan senang,  isi ceritanya berbeda-beda ada cerita masalah siswa, rumah tangga, tak lepas cerita seputar memanasnya negara-negara di timur tengah pun di ungkap. Seorang temen saya mencoba mulai membuka cerita yang saya anggap lucu karena saya sendiri dan temen-temen ikut tertawa sehingga suasana makin ramai dan terasa akrab. Berikut ceritanya :

Pada suatu hari di salah satu Negara bagian Eropa tengah berlangsung pameran alat- alat elektronik super canggih, pameran tersebut diikuti oleh beberapa negara – negara        maju baik dari Eropa sendiri maupun dari benua lainnya yaitu Asia, Amerika ,Afrika, dan Australia

Pada hari yang telah ditentukan pameran tersebut pun telah dibuka, Negara – negara peserta telah banyak datang sambil membawa penemuan alat canggih mereka tidak terkecuali Indonesia.

Negara – Negara peserta datang ke acara pameran tersebut  menggunakan kapal laut dengan membawa alat alat yang akan dipamerkan masing masing . Di kapal tersebut Indonesia satu rombongan dengan Negara Jepang, Jerman, Afrika dan Italia.

Selang beberapa waktu kemudian para penemu – penemu yang semuanya adalah professor

dari berbagai Negara itupun berkumpul sambil memperkenalkan hasil temuan mereka, tak terkecuali Indonesia .

Tiba – tiba dalam waktu sekejap  gelombang air laut naik disertai badai, kapal pun terombang ambing terhempas dahsatnya air laut waktu itu. Semua penumpang panik dan ketakutan. Tiba –tiba terdengar suara Nahkoda kapal membunyikan sirine tanda bahaya kepada semua penumpang dan dengan pengeras suara nahkoda itupun berkata  “ kepada semua penumpang kapal, saat ini ada badai besar telah terjadi, oleh karena itu saya harapkan kepada semua penumpang untuk membuang barang -barang yang kiranya dapat menambah beban kapal, karena kalau tidak maka kapalnya akan tenggelam “

Mendengar perkataan Nahkoda, semua penumpang pun mulai membuang barang- barang mereka ke laut . Mulailah professor Jepang membuang alat elekroniknya berupa Radio Merk SONY yang sangat canggih dimana di radio tersebut dilengkapi dengan kamera  dan alat pendeteksi alam. Melihat kejadian itu,sang  ahli dari Negara Jerman terkejut , kemudian dia bertanya “ Profesor , “mengapa engkau membuang radiomu ke laut ? “ sang ahli Jepangpun berkata “ Di Jepang ,alat seperti ini merupakan level yang paling bawah dan banyak terdapat disana . “. Merasa tersinggung kemudian profesor dari Jerman segera membuang Perangkat Komputer super canggihnya dengan ukuran yang sangat kecil dan dilengkapi alat anti radar . tidak mau ketinggalan profesor dari Italia pun segera membuang Piano canggihnya yang juga bisa digunakan sebagai senjata api.

Setelah itu  semua profesor – profesor melihat kearah profesor dari Indonesia, dan mereka berkata “ anda dari Indonesia , apa yang akan engkau buang ?“ mendengar itu , kemudian sang profesor dari Indonesia berfikir , gerangan apa yang akan ia buang , lalu kemudin ia  menghampiri seorang profesor berkulit hitam dari Afrika, kemudian ia mengangkatnya dan langsung membuangnya ke laut. Melihat kejadian aneh tersebut kemudian dengan serempak mereka berseru” hai mengapa anda membuang orang itu  kelaut  ? “ dengan raut wajah yang tegang  mereka tunjukkan . kemudian sang profesor pun dengan santai berkata “ Manusia seperti itu banyak terdapat di Indonesia. “ . Tanpa komentar banyak sang profesor pun berlalu meninggalkan wajah – wajah mereka yang terpana dan diam penuh tanda tanya. Kemudian mereka berseru “ oooooooooooooooooooooo. … Indonesia memang Super Canggih !.

Tiba tiba……bunyi  teeet, teeet, teeeeeet, teeeeeeeeet suara bel bebunyi, itu menandakan bel masuk belajar. Gelegar tawa menghiasi ruangan sambil kami bangun lalu mengambil buku ajar untuk masuk lagi ke dalam kelas. Seketika itu pula perbincangan kami berakhir, dan temen-temen gurupun  bubar selanjutnya sambil senyum simpul satu persatu  bergegas masuk kelas karena dah dijemput oleh siswanya. Wallahu a’lam ( nr_dien)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: