Oleh: mtsbirrulrensing | 26 Maret 2011

TEHNIK DISKUSI

by : Nuruddin, S.Pd

1. Pendahuluan

Dalam sejarah orang-orang salaf (terdahulu) terkenal banyak para ahli-ahli atau imam-imam yang mashur sampai sekarang dan seterusnya, ternyata kebanyakan diantara mereka  memperoleh wawasan atau pengetahuan baru lewat berdiskusi dimana mereka saling berintraksi dengan berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya,

dalam proses berdiskusi atau bertukar pikiran terjadi kegiatan manusia yang maju menuju ke pengetahuan baru,  ada suatu perkembangan pemikiran yang tidak hanya berhenti pada pengetahuan, pemikiran, keputusan, ataupun kesimpulan yang sudah dimiliki melainkan disana akan mencoba memperbaharuinya dengan memadukannya  bersama pengetahuan yang dimiliki oleh teman kita berdiskusi karena semakin banyak otak hadir maka semkin banyak pula pengetahuan yang muncul sehingga pada akhirnya muncul hasil pemikiran yang baru.

Seperti yang terjadi hususnya kita sebagai mahasiswa sering diajak berdiskusi oleh dosen mungkin kalau kita sendiri, kita  binggung dengan suatu masalah  namun melalui bertukar pikiran maka masalah tersebut akan selesai.  Orang tua tempo dulu mengatakan “ Kalau duduk sendirian akan terasa sempit, tapi bilamana duduk ditengah orang banyak, akan terasa, lapang”

Dengan demikian diskusi/proses tukar pikiran sangatlah vital bagi kita untuk menggali pengetahhuan yang lebih banyak.

2. Pengertian Diskusi

Diskusi berasal dari bahasa latin ‘ Discutere’ atau ‘Discusio’ dalam bahasa Arab ‘ Muzakaroh ‘ dalam bahasa inggris ‘ Discuss ‘ dalam bahasa Jepang ‘ Sodang Suru ‘ yang membeberkan suatu masalah atau merundingkan suatu masalah.

Dalam arti luas diskusi adalah suatu proses berfikir bersama untuk memahami suatu masalah, menemukan sebab musababnya serta mencari pemecahannya.  Dengan demikian diskusi merupakan sarana komunikasi yang paling efektif dalam usaha  menumbuhkembangkan tradisi intelektual sehingga setiap orang akan berfikir dengan benar dan bertindak dengan benar.

Diskusi dapat terjadi di dalam kelompok kecil maupun kelompok besar.  Di dalam berdiskusi tidak harus mengambil kesimpulan kesimpulan/keputusan akhir namun sekurang-kurangnya pada akhir diskusi peserta memiliki pandangan dan pengetahuan yang lebih jelas mengenai masalah yang didiskusikan maka dari itu diskusi memiliki hubungan yang erat dengan proses pembentukan pikiran atau pendapat.

3. Tujuan Diskusi

Dengan melihat penjelasan diatas maka dapat dirumuskan tujuan dari diskusi.

  1. Menumbuh Kembangkan Tradisi Intelektual

Menumbuh kembangkan tradisi intelektual hanya dapat ditepuh dengan membiasakan berfikir bersama hanya dengan bersama kita dapat melihat suatu yang realitas / suatu masalah dari berbagai sudut pandang, menumbuh kembangkan tradisi Intelektual membawa dampak positif dalam peningkatan sumber manusia antara lain:

  1. Membantu setiap pribadi untuk bersikap kritis terhadap realitasnya.
  2. Membantu setiap pribadi untuk bersikap rasional dan logis (tidak subjektif)
  3. Membantu setiap pribadi untuk besikap objektif (mampu mencari alternative pemecahannya)
  1. Mengambil Keputusan dan Kesimpulan

Dalam KBBI Depdikbud, Balai Pustaka keputusan diartikan hasil keputusan setelah ditetapkan, dipertimbangkan, dan dipikirkan intinya kita harus mampu mengakui atau mengingkari suatu masalah benar atau salah.

  1. Menyamkan Apresiasi, Persepsi, dan Misi

Pemahaman (apresiasi), cara pandang (persepsi), dan wawasan (visi) merupakan  dari implementasi satu kegiatan manusia yang paling pundamental yaitu “mengerti” dan “mau”, sehingga didalam diskusi tercipta kesamaan pemahaman, cara pandang dan wawasan antara semua yang menjalani diskusi.

  1. Menghidup Suburkan Kepedulian dan Kepekaan

Tentu dalam diskusi akan terjadi perbedaan pendapat, ide, gagasan namun itu bukan suatu kekurangan melainkan dasar kebersamaan yang kokoh

  1. Sarana Komunikasi dan Konsultasi

4. Persyaratan Diskusi/Persiapan Diskusi

  1. Pemilihan pokok masalah
  1. Menyangkut kepentingan bersama
  2. Aktual
  3. Mendesak
  4. Principal dan substansial
  1. Perangkat Keras

Ini menyangkut sarana dan prasarana yang menunjang berlansungnya diskusi

  1. Tempat/ruangan
    • Memadai
    • Bentuk        : berbentuk setengah, berbentuk lingkaran, berbentuk segi empat, segi banyak.
    • Tata Ruang : pengaturan meja kursi, Dekor,Tanaman hias, Papan nama
    • Sound system dan OHP
  1. Waktu
  2. Pelaksanaan

Pelaksanaan diskusi sebagai syarat penentu terjadinya proses berfikir bersama

Antara lain:

  1. Ketua

Ketua diskusi disebut juga pemimpin diskusi, moderator, atau pemandu diskusi

Tugas dan tanggung jawab ketua diskusi

  1. Membuka diskusi
  2. Menyampaikan aturan diskusi
  3. Memberikan waktu kepada pembicara untuk mempersentasikan makalahnya
  4. Menulis pertanyaan peserta
  5. Mengklarfikasikan pertanyaan dari siapa pertanyaan tersebut
  6. Moderator menyimpulkan hasil diskusi

g.          Menutup diskusi

  1. Sekretaris

Sekertaris juga disebut penulis atau notulis ,sekertaris membantu ketua dalam proses diskusi

  1. Pembicara

Pembicara sering disebut penulis (dalam diskusi panel), nara sumber, penceramah, atau juga pemrasaran.  Biasanya dia adalah seorang ahli atau berkompeten dalam bidang keahliannya.

Tugasnya sebagai berikut

  1. Menyampaikan topic atau makalah secara berurutan
  2. Semua isi makalah  harus dipersentasikan
  3. Menjawab pertantaan peserta/pendengar (singkat, tepat, lengkap)
  1. Peserta/anggota diskusi

Peserta sangat  menentukan berlangsungnya proses berfikir bersama

Tugasnya sebagai berikut:

a.       menangkap uraian pembicara

b.      memiliki pola iker kritis, analisis, sistematis, logis

c.       Mengajukan pertanyaan harus melalui moderator

d.      Menyatakan komentar dan persetujuan

e.       Menyampaikan sanggahan

f.       Mematuhi aturan yang ada

  1. Pengamat atau Peninjau

Ini boleh ada/tidak karena hanya sebagai pandangan

  1. Proses Diskusi

Setiap diskusi harus melewati fase-fase sebagai berikut:

  1. Perkenalan dan ucapan selamat dating
  2. Pengantar kedalam diskusi
  3. Menciptakan situasi saling percaya
  4. Penjelasan mengenai jalannya diskusi (waktu)
  5. Diskusi

–          Penjelasan masalah oleh pembicara

–          Pendaftaran nama peserta yang ingin bertanya

–          Memberikan kesempatan bicara kepada peserta yang terdaftar

–          Memperhatiikan waktu berbicara

–          Merangkum dan mengungkapkan kembali pendapat yang sudah diajukan

–          Dan lain-lain

  1. Rangkuman
  2. Penutup
  3. Notulen/protikol acara

Biasanya berisi

–          Tempat, tanggal, dan lamanya pertemuan

–          Tema diskusi

–          Peserta diskusi

–          Argument pro dan kontra

–          Keputusan-keputusan

–          Proses yang ditempuh untuk mengambil kesimpulan

–          Tanda tangan dan pimpinan diskusi dan notulis

  1. Bentuk-bentuk diskusi
    1. Diskusi kelompok

2.   Diskusi pleno

3.   Diskusi panel

4.   Debat

5.   Kongres

6.   Simposium

7.   Seminar

8.   Konfrensi

9.   Loka Karya ® pertemuan para ahli untuk membahas masalah

10.  Rapat ® membicarakan keperluan bersama

  1. Kesimpulan

Didalam kita berdiskusi, apapun bentuk dan ragamnya terjadi proses berfikir bersama, diskusi menjadi sarana yang efektif dalam mengasah pola iker terjadi tukar pikiran, perdebatan, berkomentar, berargumen, menyatakan persetujuan/sanggahan dan menghidupkan ilmu pengetahuan sebuah syair mengatakan ( Hayatul ’ilmi bilmudzakarah ) “hidupnya ilmu itu dengan muzakaroh (berdiskusi) dan diskusi merupakan sarana paling tepat untuk bersosialisasi  dengan siapapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun

  1. Referensi
    1. Kamdhi J.S, Diskusi Yang Efektif , Konsius 1995
    2. ___________Retorika, kansius 1996
    3. Ballard B, and J Clanchy,” Studying in Australia, Melbourne”, Logman 1988
    4. Basrah Lubis, Drs.H, Metodologi dan Retorika Dakwah 2, Tursina 1993.
    5. Nasution Harun, Akal dan Wahyu Dalam Islam, UI Press 1986

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: